Kamis, 31 Oktober 2013

10. Kenyamanan Bertransaksi

Kasus pembobolan sejumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik sejumlah bank jelas sangat merisaukan pengguna jasa perbankan. Apalagi, modus dan polanya sudah sangat canggih. Pemakaian mesin ATM oleh para nasabah kemudian bisa direkayasa pelaku dengan cara sendiri. Akibatnya banyak nasabah yang mengeluh, sebab mengalami kerugian yang besar. Mereka merasakan bahwa kenyamanan bertransaksi melalui mesin ATM sudah berkurang dan meresahkan.

Di penghujung tahun 2009 yang silam hingga saat ini, modus pembobolan rekening bank, utamanya dengan menggunakan mesin ATM banyak terjadi. Para korban pun sudah banyak yang melaporkan peristiwa demi peristiwa kepada pihak bank maupun pihak kepolisian. Nyatanya, hasil maksimal yang memuaskan belum juga didapatkan. Pihak kepolisian kesulitan untuk mendeteksi dan mengejar si pelaku. Sementara pihak bank lebih sering menyalahkan nasabah yang kurang hati-hati menjaga kerahasiaan bertransaksi.
Banyaknya kasus yang terjadi hendaknya menyadarkan semua pihak yang betapa pentingnya menjaga dan memberi kenyamanan bagi para konsumen. Baik keamanan fisik, maupun keamanan dalam menggunakan teknologi dan informasi perbankan. Utamanya pihak bank jelas berada di garda terdepan termasuk dengan menggunakan jasa pihak keamanan. Sementara seluruh perangkat transaksi yang ada mesti bisa dijaga kerahasiaanya tentu dengan trik dan cara yang lebih canggih.

Keamanan bertransaksi harus dijaga betul. Sebab sekali ada modus kejahatan seperti yang terjadi selama ini, maka kenyamanan para nasabah sudah tercabik. Tidak aman lagi seratus persen. Padahal, kenyamanan nasabah merupakan unsur yang dominan dalam dunia perbankan. Dan patut dipahami, bahwa kejahatan seperti ini masih satu modus. Patut diduga masih banyak modus kejahatan lainnya. Kejahatan ini membuktikan bagi kita bahwa kenyamanan pemanfaatan fasilitas perbankan dan transaksi keuangan semakin tidak nyaman lagi. Dan untuk mengembalikan kepercayaan para konsumen bukan pekerjaan mudah dan singkat.

Persoalannya, apakah kondisi seperti ini sulit dituntaskan? Apakah kenyamanan bertransaksi menjadi barang yang langka bagi para konsumen? Atau, benarkah kondisi perbankan kita secara umum sudah tidak aman lagi?
Maraknya bentuk kejahatan ini telah membuat masyarakat resah. Buktinya, beberapa saat setelah kabar pembobolan rekening bank milik nasabah melalui manipulasi kartu ATM, para nasabah berbondong-bondong mengambil uangnya. Ada kepanikan. Ada kekhawatiran bahwa kejahatan seperti itu akan menimpa dirinya. Inilah yang penting dipikirkan secara matang bagaimana jalan keluarnya dengan cepat dan tepat untuk bisa membawa ketenangan bagi para nasabah. Kepanikan politik yang terjadi selama akhir-akhir ini, semestinya ditambah lagi dengan kepanikan di dunia perbankan kita.

Secara khusus, agar tidak meluas, aparat kepolisian mesti melacak pelaku kejahatan ini hingga tuntas. Jangan dibiarkan berlalu begitu saja. Sebab, hanya dengan cara kerja keras dari aparat kepolisian untuk mengusut suatu bentuk kejahatanlah maka duduk perkara menjadi jelas dan memberi efek jera bagi setiap pelakunya. Dan disamping itu, belajar dari pengalaman ini, langkah antisipasi bisa dilakukan dikemudian hari. Modus dan karakter masalah mesti dipelajari dengan seksama sebagai cerminan pembelajaran.
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah mengatur soal transaksi elektronik, termasuk dalam perbankan. Produk konstitusi ini mestilah dimanfaatkan dengan maksimal. Artinya, produk perundang-undangan tersebut bisa menjadi pegangan dalam menindak setiap bentuk kejahatan di dunia perbankan kita.
Akan tetapi, prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian oleh pihak bank berikut para nasabah merupakan unsur yang tak boleh ditanggalkan. Pihak bank harus meningkatkan pengawasannya atas serangkaian tindak kejahatan yang bisa merugikan nasabah. Sementara para konsumen juga harus mawas diri.

Sumber :

Analisis :
                Saya sependapat dengan artikel diatas, karena saya merasa kurangnya keamanan dan kenyamanan saat menggunakan mesin ATM akhir-akhir ini. Jangankan ruang untuk mesin ATM yang hanya diisi oleh satu orang,ruangan bank saja kadang sering didatangi oleh para penjahat yang nekat mengambil sejumlah uang secara paksa.

                 Sebaiknya saat melakukan transaksi elektronik, nasabah harus diawasi oleh pihak keamanan bank (satpam) bukan hanya dengan cctv saja. Nasabah yang ingin melakukan transaksi sebaiknya juga waspada dan lebih berhati-hati, karena tindak kejahatan seperti ini sudah banyak terjadi bahkan sampai mencelakai korbannya. 

9. Mengapa Koperasi di Indonesia Sulit Berkembang?

Koperasi di Indonesia sulit berkembang, karena ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi koperasi di Indonesia, antara lain tantangan yang harus dihadapi koperasi, antara lain:

  1.      Keterbatasan informasi pasar dan teknologi
  2.      Kendala dalam akses permodalan
  3.     Kapasitas SDM yang relatif rendah disebabkan faktor budaya yang membatasi ruang geraknya dalam berorganisasi
  4.      Belum dikenalnya keberadaan koperasi dikalangan masyarakat.
Solusi menggerakan denyut nadi koperasi menghadapi globalisasi adalah melalui pemberdayaan masyarakat sendiri secara profesional, otonom, dan mandiri dalam arti berkemampuan mengelola usaha sebagaimana layaknya badan usaha lain, koperasi juga harus mampu mengoptimalkan potensi ekonominya serta memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan seluruh perilaku ekonomi. Dengan semakin besarnya peluang masyarakat dan meningkatnya jumlah kelompok masyarakat yang memiliki usaha produktif, perlu dipertimbangkan untuk menumbuhkan koperasi-koperasi baru yang otonom, dan mandiri. Untiuk itu perlu:

  •      imotivasi melalui pendidikan
  •      sosialisasi dalam rangka pengembangan sosial kapital kelompok masyarakat
  •      membangun sistem pemberdayaan ekonomi kaum masyarakat
  •      memacu pengembangan usaha produktif
  •      menumbuhkan jiwa kewirakoperasian serta
  •      mempermudah mekanisme pendirian koperasi.

Berbagai permasalahan juga menghambat perkembangan koperasi di Indonesia, permasalahan internal koperasi, yaitu:
1.      Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas
2.      Pengurus koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan” ini menimbulkan akibat bahwa focus perhatiannya terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan-perubahan lingkungan
3.      Bahwa ketidakpercayaan anggota koperasi menimbulkan kesulitan dalam memulihkannya
4.      Oleh karena terbatasnya dana maka tidak dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas (mesin-mesin), padahal teknologi berkembang pesat; hal ini mengakibatkan harga pokok yang relative tinggi sehingga mengurangi kekuatan bersaing koperasi
5.      Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak lengkap, demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan
6.      Kebanyakan anggota kurang solidaritas untuk berkoperasi di lain pihak anggota banyak berhutang kepada koperasi
7.      Dengan modal usaha yang relative kecil maka volume usaha terbatas; akan tetapi bila ingin memperbesar volume kegiatan, keterampilan yang dimiliki tidak mampu menanggulangi usaha besar-besaran; juga karena insentif rendah sehingga orang tidak tergerak hatinya menjalankan usaha besar yang kompleks.
Dan permasalahan Eksternal koperasi, yaitu:
1.      Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi
2.      Karena dicabutnya fasilitas-fasilitas tertentu koperasi tidak dapat lagi menjalankan usahanya dengan baik, misalnya usaha penyaluran pupuk yang pada waktu lalu disalurkan oleh koperasi melalui koperta sekarang tidak lagi sehingga terpaksa mencari sendiri
3.      Tanggapan masyarakat sendiri terhadap koperasi; karena kegagalan koperasi pada waktu yang lalu tanpa adanya pertanggungjawaban kepada masyarakat yang menimbulkan ketidakpercayaan pada masyarakat tentang pengelolaan koperasi
4.      Tingkat harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarangtidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha.

Persoalan-persoalan yang dihadapi koperasi kiranya menjadi relative lebih akut, kronis, lebih berat oleh karena beberapa sebab :
1.      Kenyataan bahwa pengurus atau anggota koperasi sudah terbiasa dengan system penjatahan sehingga mereka dahulu hanya tinggal berproduksi, bahan mentah tersedia, pemasaran sudah ada salurannya, juga karena sifat pasar “sellers market” berhubungan dengan pemerintah dalam melaksanakan politik. Sekarang system ekonomi terbuka dengan cirri khas : “persaingan”. Kiranya diperlukan penyesuaian diri dan ini memakan waktu cukup lama
2.      Para anggota dan pengurus mungkin kurang pengetahuan/skills dalam manajemen. Harus ada minat untuk memperkembangkan diri menghayati persoalan-persoalan yang dihadapi
3.      Oleh karena pemikiran yang sempit timbul usaha “manipulasi” tertentu, misalnya dalam hal alokasi order/ tugas-tugas karena kecilnya “kesempatan yang ada” maka orang cenderung untuk memanfaatkan sesuatu untuk dirinya terlebih dahulu
4.      Pentingnya rasa kesetiaan (loyalitas) anggota; tetapi karena anggota berusaha secara individual (tak percaya lagi kepada koperasi) tidak ada waktu untuk berkomunikasi, tidak ada pemberian dan penerimaan informasi, tidak ada tujuan yang harmonis antara anggota dan koperasi dan seterusnya, sehingga persoalan yang dihadapi koperasi dapat menghambat perkembangan koperasi.

      Sumber :


       Analisis :

Jika saya menjadi seorang pemimpin maka saya akan melakukan beberapa hal untuk   memajukan koperasi, antara lain :
  1. Merekrut  anggota yg berkompeten :  Tidak hanya orang yang sekedar mau menjadi anggota melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan pengembangan koperasi.  Serta perlu dibuat pelatihan bagi pengurus koperasi yang belum berpengalaman.
  2. Meningkatkan daya jual koperasi dan melakukan sarana promosi :  Membuat koperasi agar terlihat senyaman dan semenarik mungkin supaya masyarakat tertarik ntuk membeli di koperasi. Dengan cara ini diharapkan dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya di koperasi.
  3. Membenahi kondisi internal koperasi : Praktik-praktik operasional yang tidak efisien, serta mengandung kelemahan perlu dibenahi. Penyimpangan-penyimpangan yang rawan dilakukan adalah pemanfaatan kepentingan koperasi untuk kepentingan pribadi, penyimpangan pengelolaan dana, maupun praktik-praktik KKN. 



8. Kenaikan Harga Sembako

Palembang (ANTARA News) - Kenaikan harga barang kebutuhan sembilan bahan pokok atau sembako di Kota Palembang, diprediksi mencapai 20 persen pasca penyesuaian harga bahan bakar minyak.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Palembang, Yustianus, Senin, mengatakan, kenaikan harga hingga 20 persen itu terjadi secara bertahap.
Penyumbang penting kenaikan harga sembilan keperluan pokok itu adalah kenaikan harga BBM subsidi yang berimbas pada kenaikan biaya transportasi dan distribusi. 
Walau harga-harga meningkat, namun dia memastikan tidak akan kekurangan stok.

Stok beras, minyak goreng, gula dan terigu serta komoditas lainnya masih tersedia dengan cukup untuk dua bulan ke depan. 
Satu kiat penting adalah bekerja sama dengan Bulog dan instansi terkait lainnya siap menyelenggarakan operasi pasar.
Dia memberi contoh, sampai kini baru telur dan daging ayam yang mengalami kenaikan mencapai Rp18.000 per kilogram dan Rp33.000 per kg.
Secara terpisah, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menyatakan, kenaikan harga bahan keperluan masyarakat dan pangan ini lebih disebabkan ulah pedagang yang meraup keuntungan lebih besar ketimbang biasanya. 
(KR-NE/M033)
Sumber      :

Analisis       :


 Menurut saya lebih baik pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga sembako yang meroket ini, sehingga menyebabkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Harga sembako juga telah menurunkan daya beli masyarakat menengah kebawah oleh sebab itu sangat dibutuhkan campur tangan pemerintah untuk menurunkan harga sembako.

Kenaiakan harga sembako tersebut tentu berkaitan erat dengan kenaikan BBM (bahan bakar minyak) yang telah mengalami kenaikan sebelumnya. Namun para pedagang juga seharusnya tidak berlebihan dalam mengambil kesempatan yang ada. Karena banyak pedagang yang memanfaatkan situasi seperti ini untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar bahkan bisa dikatakan tidak wajar.

Rabu, 30 Oktober 2013

7. Waralaba Asing Tetap Bergairah Saat Rupiah Melemah

Meskipun rupiah melemah, animo waralaba asing untuk ekspansi ke Indonesia tetap tinggi. Hal itu dikatakan, Danny Anthonius dari A.S. Louken kepada majalah franchise.com, menanggapi seputar kondisi rupiah saat ini.
“Saat ini Indonesia tengah diterpa krisis ekonomi yang disebabkan oleh jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, dan rontoknya saham di bursa efek serta meningkatnya inflasi. Namun demikian, krisis yang terjadi saat ini sama sekali tidak bisa disamakan atau dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada 1998. Sebab saat ini ekonomi Indonesia tetap tumbuh dengan cukup baik sehingga tidak berimbas besar pada pertumbuhan dan ekspansi waralaba asing di Indonesia,” kata Danny.
Menurut Danny, krisis yang terjadi saat ini tidak membawa imbas berarti bagi niat sebagian besar waralaba asing karena, para pemilik modal besar tetap akan melihat Indonesia sebagai peluang. Justru dampak yang muncul adalah dari sisi investor dalam negeri, di mana mereka cenderung akan menunggu sampai kondisi lebih kondusif untuk berinvestasi.
“Tidak ada masalah terhadap kondisi yang ada saat ini di Indonesia. Justru dampak akan muncul dari sisi investor di dalam negeri, mereka cenderung akan menahan atau wait and see terlebih dahulu,” jelas Danny.
Saat ini saja, kata Danny, A.S Louken memiliki 50 data franchisor luar negeri yang menunggu untuk dibantu mendapat mitra bisnis di Indonesia. Bagi franchisor asing melemahnya rupiah tidak menjadi alasan kuat untuk menahan niat ekspansi ke Indonesia. Hal itu terjadi karena  Indonesia merupakan pasar sangat menjanjikan. Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, dengan rata-rata penduduknya  berusia di bawah 30 tahun.
Sementara, jika bicara dari sisi franchise yang sudah masuk dan beroperasi di Indonesia, kata Danny, menyikapi melemahnya rupiah langkah pertama yang perlu dilakukan adalah kembali melihat kepada perjanjian franchise yang pernah dibuat dulu. Artinya, apakah komponen lokal yang digunakan lebih besar dari pada komponen asing. Jika memang komponen asing lebih banyak memang imbas cukup terasa.
Namun, sambung Danny, jika itu terjadi, sejatinya seorang mitra atau franchise mestinya dapat merenegosiasikan masalah tersebut. (Red).
Sumber :

Analisis     :

           Menurut saya artikel diatas cukup memprihatinkan bagi pihak dalam negeri ,karena mereka harus menunda investasi mereka sampai rupiah kembali menjadi stabil seperti sebelumnya.Selain itu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdampak pada bisnis para waralaba asing di Indonesia. Harga barang-barang bahan baku impor yang biasa didatangkan waralaba asing mengalami kenaikan harga.

Namun saya tidak terlalu khawatir karena banyak juga waralaba asing yang sudah besar menggunakan kandungan lokal. "Saat ini sudah banyak franchise dan waralaba yang menggunakan  konten lokal yang cukup besar. Misalnya KFC, Pizza Hut, McDonald's mereka 90% sudah konten lokal.

6. Nilai Tukar Rupiah Melemah Karena Pengaruh Global

08 September 2013 | By admin in Ekonomi JAKARTA — Menyusul melemahnya nilai tukar rupiah pekan ini, yang menembus lebih dari Rp 10.300 per dolar Amerika, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu terjadi karena pengaruh global dan hal serupa juga terjadi pada negara-negara lain di kawasan Asia seperti Jepang, Hong Kong, Thailand dan Singapura.
Penegasan presiden tersebut menanggapi pendapat beberapa pengamat yang mengatakan nilai tukar rupiah melemah akibat ketidakpastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Presiden menegaskan pemerintah beker jasama dengan Bank Indonesia terus berupaya menstabilkan nilai tukar rupiah.
Dalam anggaran negara 2013, pemerintah mengasumsikan nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.300 per dollar Amerika.
“Pemerintah, Bank Indonesia, kemudian OJK, Otoritas Jasa Keuangan, dan juga LPS, Lembaga Penjamin Simpanan, terus bekerja untuk mengelola dalam forum yang telah dibentuk di negeri ini  yang disebut dengan forum stabilitas sistem keuangan,” ujar Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Rabu (12/6).
Terkait kenaikan BBM, Presiden mengatakan pemerintah tetap akan melakukannya dan memberikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) untuk mereka yang kurang mampu.
Rencananya, rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat akan membahas kenaikan harga BBM bersubsidi pada Senin 17 Juni 2013.
“Cara ini (BSLM) bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga dilaksanakan oleh banyak negara di dunia menyangkut anggaran untuk kompensasi atau bantuan dan proteksi sosial bagi golongan tidak mampu,” ujar Presiden Yudhoyono.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Suryo Bambang Sulisto mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah berdampak negatif pada kegiatan impor karena pengusaha harus membayar dalam bentuk mata uang dolar Amerika.
“Jadi keprihatinan kita kalau sampai rupiah ini terus melemah karena tentu ada dampaknya kepada stabilitas impor ya,” ujarnya.
Analis dari kantor sekuritas Valubury Asia, Nico Omer Jonckheere mengatakan, pengusaha merupakan kelompok yang paling cepat terkena dampak akibat fluktuasi nilai tukar mata uang.
Meski melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berdampak negatif terhadap kegiatan impor namun positif terhadap kegiatan ekspor, ujarnya.
Diakuinya, sulit mengantisipasi fluktuasi nilai tukar mata uang karena dapat terjadi setiap saat yang disebabkan oleh faktor global maupun dalam negeri.
“Orang menginginkan  mata uang itu kuat kan karena daya belinya masyarakat akan naik, kalau pengusaha mengeluh ya itu percuma saja. Kalau melakukan bisnis apalagi ekspor-impor tahu resikonya kan, memperhatikan fluktuasi mata uang,” ujarnya.

Sumber:

http://www.baritoselatankab.go.id/2013/09/08/nilai-tukar-rupiah-melemah-karena-pengaruh-global/


Analisis  :
            Sangat disayangkan melemahnya rupiah yang cukup ekstrim hingga menembus RP10.000 atau bahkan bisa mencapai RP 11.000 untuk satu dollar. Ketika ekonomi turun ada 2 hal yang terjadi pengangguran tinggi dan angka kriminalitas tinggi. Ketika ekonomi jatuh ada 3 hal yang akan terjadi perampokan, pembunuhan dan pemerkosaan. Untuk mencegah hal ini negara harus import barang makanan, minuman, obat-obat dan peralatan medis. Import ini harus menggunakan alat tukar yang diakui semua negara seperti emas, US dollar, dan Euro.

            Hal seperti ini tentu merugikan bangsa kita, perekonomian pun akan mendapat pengaruh yang sangat besar atas peristiwa ini. Memang saat ini negeri kita sedang tidak pasti. Anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dollars  ini tentu akan berimbas luas, tidak hanya kelas pengusaha saja yang akan menanggung akibatnya, tapi juga khususnya untuk masyarakat.

5. Hari Gini Korupsi Pajak...


ADA yang terlupakan ketika publik asyik mengikuti bongkar membongkar kasus mafia pajak yang menyeret banyak pihak, yakni iklan (ajakan membayar) pajak: ”Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya”. Sepintas iklan itu menarik, mengundang partisipasi publik berupa dorongan untuk ikut mengawasi penggunaan pajak setelah melunasinya. 

Selama ini, iklan tersebut dinilai cukup mendidik. Namun publik tercengang setelah kasus mafia pajak terungkap. Ternyata  kebocoran terbesar dalam dunia perpajakan bukan terletak pada penggunaannya melainkan pada penerimaan pajak. 

Seperti disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa wajib pajak yang seharusnya membayar 100 persen  dari kewajibannya, tetapi hanya membayar 60%. Yang 60 % itu dikongkalikongi lagi oleh oknum perpajakan. Akhirnya yang masuk ke negara hanya 20-30%. 

Bila apa yang disampaikan SBY tersebut benar berarti teramat besar kebocoran di sektor penerimaan pajak. Kita bisa bayangkan APBN 68,3% dibiayai oleh penerimaan sektor pajak. Tahun 2009 penerimaan pajak dipatok Rp 621 triliun dan ntuk tahun 2010 mengalami kenaikan.

Logikanya jika 20-30%-nya saja sudah sedemikian besar lalu betapa besar jumlah pajak bila diterima 100%. Atau kalau boleh mengandaikan dibalik, yang 20-30% dikorupsi dan 70%-nya saja masuk kas negara, tentu kita tidak perlu utang luar negeri. Pemasukan pajak melebihi kebutuhan APBN. 

Bangsa ini akan hidup kaya raya atau  setidak-tidaknya kehidupan rakyat mayoritas sudah berada di atas garis kemiskinan. Tidak ada TKI atau TKW ke luar negeri karena rezeki mereka ada di dalam negerinya sendiri. 

Iklan ”Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya” adalah pola kampanye yang  sesat nalar. Iklan tersebut mengisyaratkan pesan bahwa institusi perpajakan adalah institusi yang bersih dari korupsi. Karena merasa bersih maka publik diarahkan agar ikut mengawasi penggunaan pajak yang diterima kantor pajak. 

Iklan tersebut juga mengisyaratkan persoalan penerimaan atau pemasukan pajak jangan diawasi sebab pegawai pajak adalah ”malaikat” yang tidak butuh uang, berbeda dari institusi-institusi pemerintah lainnya yang menggunakan hasil pajak. Semua haus uang.

Selama ini publik terninabobokan bahwa sektor penerimaan pajak sudah bersih dari korupsi. Gaji pegawai Depkeu sudah dinaikkan cukup signifikan melalui remunerasi sehingga asumsinya tidak mungkin korupsi. Bahkan oleh  Menkeu Sri Mulyani, lembaga keuangan termasuk di dalamnya Ditjen Pajak, dibangga-banggakan menerapkan sistem yang kedap korupsi. 
Namun apa yang terjadi? Ternyata tingginya remunerasi  tidaklah menjamin institusi tersebut kedap korupsi. Teori-teori yang selalu mengemuka bahwa korupsi selalu identik dengan rendahnya gaji ternyata tidak selalu benar diterapkan di Indonesia. 
Teori Kesejahteraan Teori itu tidak mempan untuk memberantas korupsi sebab budaya bangsa Indonesia itu unik,  semakin tinggi pendapatan maka semakin tinggi selera. Tidak seperti teori kesejahteraan yang selama ini dikumandangkan bahwa semakin tinggi gaji pegawai semakin tenang dan profesional  kerjanya. Di samping iklan ”Lunasi Pajaknya, Awasi Penggunaannya”, masih ada iklan yang tersebar terkait bagaimana memotivasi wajib pajak agar segera melunasi kewajibannya. 

Salah satunya ”Hari Gini Belum Bayar Pajak, Apa Kata Dunia?” Iklan ini mengandung pesan bahwa di dunia yang sudah demikian transparan, jika masih ada yang mengemplang pajak, maka perbuatannya itu sangat tercela dan mengurangi kredibilitas.

Hanya saja, iklan-iklan yang dikelurkan lembaga perpajakan itu diperuntukan bagi  wajib pajak. Lalu bagaimana dengan integritas insan-insan perpajakan, apakah mereka berani membikin iklan ”Hari Gini Masih Korupsi Pajak, Apa Kata Dunia?”  atau ”Tangkap dan Laporkan apabila Ada Petugas Pajak Korupsi/ Memanipulasi”.       
         
Lalu iklan-iklan untuk dorongan dan jaminan bahwa penerima pajak benar-benar bekerja maksimal dan dapat dipercaya juga tidak ada. Tidak ada satu pasal pun dalam UU Perpajakan yang jelas-jelas menjelaskan sanksi bagi pegawai yang mengorupsi penerimaan pajak. Tidak salah bila ada yang bertanya,” Hari Gini Korupsi Penerimaan Pajak, Apa Kata Dunia?” atau lebih ekstrem lagi,” Untuk Apa Bayar Pajak kalau Akhirnya Dikorupsi”. Melihat fakta seperi ini mestinya Ditjen Pajak mau instropeksi, iklan-iklan yang dipasang jangan sampai menyesatkan masyarakat. 

Selama ini masyarakat dibodohi dengan berbagai macam slogan yang tidak mencerdaskan. Masyarakat selalu ditakut-takuti dengan pasal-pasal pidana kalau tidak membayar pajak. Namun apa konsekuensinya ketika sedemikian besar penerimaan uang pajak dikorupsi pegawai instansi itu?

Sumber :



Analisis :

            Menurut saya perbuatan tersebut sangat memalukan dan tidak pantas, karena dilakukan oleh pegawai pajak itu sendiri. Karena Tingkat kepercayaan yang tinggi dari wajib pajak tentunya sangat  berpengaruh pada penerimaan pajak. Penerimaan pajak yang tidak mencapai target disinyalir salah satunya disebabkan oleh kasus-kasus korupsi yang melibatkan pegawai pajak. 
            Lalu untuk apa gunanya memasang iklan dan slogan tentang pajak untuk masyarakat , jika uang yang disetorkan ternyata dikorupsi oleh pegawai pajak itu sendiri. Menurut saya itu sama saja mempermainkan para wajib pajak. Baru sebagian masyarakat yang patuh membayar pajak saja dananya sudah dikorupsi sebanyak itu, bagaimana kalau semua masyarakat Indonesia ? Mungkin saja pegawai pajak bukannya  jera tetapi justru semakin gencar menyedot dana pajak yang disetor masyarakat.

4. BBM Naik, Bukti Bahwa Pemerintah Gagal..?

17 juni 2013, malamnya adalah malam yang mungkin mengukir sejarah kembali di Negara ini. Mahasiswa yang siap berdiri gagah konsisten dengan keputusan mereka. Menolak BBM naik! Partai-partai politik yang tadinya hanya PKS yang menolak tiba-tiba disusul oleh PDIP dan beberapa partai politi yang lain. Apalah daya. Hasil voting di rapat paripurna tadi malam memutuskan untuk menyetujui BBM naik. Katanya, demi kepentingan rakyat juga. Efek dari hasil penyetujuan dirapat tadi malam memberi efek mendalam  bagi sebagian rakyat. Antrian sepeda motor di beberapa SPBU panjang. Tak lupa membawa derigen untuk menyimpan persediaan. BBM naik? pemerintah yang memutuskan, pemerintah yang tanggung jawab.

Soeharto presiden selama 32 tahun, tercatat 3 kali menaikkan BBM, dan presiden kita saat ini sudah 9 tahun menjadi pressiden naikkan BBM 7 kali. Hebat kah? jelas hebat. Saya tahu pak @SBYudhoyono adalah orang yang sederhana, punya hati nurani. Jika BBM naik, Harga-harga semuanya cenderung naik. Yang miskin tambah miskin, sedangkan penghasilan tetap seperti itu. Penghasilan tetap duduk manis dengan hasil yang segitu-segitu saja. Sebentar lagi puasa, sebentar lagi lebaran. Kasian masyarakat miskin jika harga-harga naik. Sekarang, jika BBM naik. Apa langkah pemerintah untuk mengatasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan? Kalian wakil rakyat, ingat? tidak? keterlaluan!
“Tenang saja, kan ada BLSM yang akan masuk ke kantung warga-warga miskin” Dana BLSM akan membantu 4-5 bulan kedepan kan? bulan ke 6 bagaimana? tak ada bantuan. Sedangkan harga-harga bisa naik 3x lipat. Ah pemerintah, mengapa harus rakyat yang menjadi korban?
Presiden bisa menaikkan BBM kapanpun. Seperti kaya ayahanda “Kalo cuma bilang naik semua preseiden juga bisa. Tinggal ngomong “Naik!” nanti juga naik” tapi sekarang, jika BBM naik apakah pemerintah ada solusi? seperti energi alternatif dan lain-lain? Jika berbicara tentang energi alternatif, kerahkan pelajar saran saya. Pelajar Indonesia itu cerdas-cerdas! mereka bisa mengubah beberapa bahan alami untuk menjadi pengganti bahan bakar minyak. Coba saja.
Ditambah lagi ada kabar, menjelang BBM naik. BBM menjadi langka. Lucu? ih, lucu banget deh kamu, kaya boneka -_-

Kalian tahu apa yang lebih menyebalkan lagi dari rapat paripurna selain keputusan wakil rakyat bahwa setuju naik? tau? Dan yang lebih menyebalkannya lagi, para wakil rakyat disana memutuskan dengan cengengesan (menurut penilaian saya) nggak serius tauk! Ini yang menjadi taruhan bukan uang lagi. Tapi kesejahteraan dan kemerdekaan rakyat miskin yang dipertaruhkan. Mengertikah mereka? bahwa keputusan malam tersebut membuat beberapa rakyat miskin makin pasrah. Mereka senang mendapat bantuan pemerintah 1 bulan Rp. 150.000,- per kepala keluarga. Senang mereka. Tapi ketika tau bahwa hanya berlaku sekitar 4-5 bulan saja, mereka galau lagi. Nggak akan menjadi solusi.

Dan saya disini bangga dengan mahasiswa yang gagah mencoba mewakili suara rakyat hingga malam menjemput. Disini saya bangga kepada partai-partai politik yang menolak kenaikan harga BBM. Khusus lebih kepada PKS. Tadinya, partai politik itu dibilang hanya pencitraan. Tadinya partai politik itu hanya ingin rakyat kembali respect. Tapi hingga keputusan kemarin, PKS tetap berdiri tegak sesuai tujuan dan niat mereka. Mereka memegang dan menjaga jeritan-jeritan rakyat yang pasrah akan menjadi semakin buruk jika BBM naik. Terimakasih untuk kalian semua. Meski akhirnya anarkis, para demonstran. Saya yakin, mereka yang anarkis tak bermaksud seperti itu. Mereka saking pedulinya dengan rakyat dan marah karena keputusan yang menurut mereka nggak adil.

Ah, Indonesia. Aku tunggu perubahanmu. Aku tunggu dengan mempersiapkan karpet merah keliling dunia. Agar dunia tau kalau Indonesia bisa menjadi negara yang sempurna untuk penduduk bumi. Aku tunggu Indonesia. Saat ini mungkin hanya pengabdian dalam tulisan dan doa saja yang terulur kepada mu. Tetap bertahan Indonesia. Tunggu para generasi penerus yang merubahmu menjadi cantik. Tunggu.
Sekian. Semoga bermanfaat.

Sumber :

Analisis :

Menurut saya sebenarnya kita tidak harus terlalu extrim dalam menghadapi kenaikan BBM, walau kita semua sudah tahu kenaikan BBM juga akan memicu kenaikan Harga Angkot, Bahan Pokok dan lainnya. Karena masih banyak saudara kita yang lebih susah disana dibandingkan kita, seperti papua yang mencapai 70000 per liternya.

Maka seharusnya kita juga tetap bersyukur walaupun sulit, karena secara otomatis pun semuanya akan ikut naik. Tetapi jika dibandingkan dengan saudara kita disana, kita belum seberapa, walau saya bukan orang papua, tapi saya juga merasa marah dengan pemerintah jika kelakuannya begini. Pemerintah tolonglah perhatikan Papua. Karena Papua juga Indonesia.

3. Cara Mengatasi Masalah Pengangguran


Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnyakemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Sebab-sebab terjadinya pengangguran terutama disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Angkatan kerja yang terus meningkat jumlahnya dan pertumbuhan kesempatan kerja tidak seimbang dengan pertumbuhan angkatan kerja.
2. Angkatan kerja yang sedang mencari kerja tidak dapat memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta oleh dunia kerja.
Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat
Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
Dampak Pengangguran Terhadap Individu yang Mengalaminya danMasyarakatBerikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yangmengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:
Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
Sebab:
Pengangguran menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimumkan kesejahtraan yang mungkin di capai.
Saran :
Pemerintah dapat melaksanakan program sistem padat karya yang memungkinkan para pengangguran mengisi waktunya dan dapat menghasilkan uang dari hasil penjualan, sehingga dapat menutupi masalah ekonominya.
Pengangguran dapat meningkatkan angka kriminalitas
Sebab : Tidak adanya pekerjaan berarti tidak ada uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sehingga untuk itu, sebagian orang melakukan kriminalitas agar mendapatkan sesuap nasi. Dengan makin banyaknya para pengangguran, berarti semakin tinggi juga angka kriminalitas.
Saran :Menanamkan nilai – nilai positif kepada orang-orang, seperti mengajari mereka bekerja keras, dan kreatif, agar suatu hari nanti mereka tidak kesusahan dan tidak melakukan tindak kejahatan.
Pengangguran menyebabkan banyak anak-anak putus sekolah
Sebab : Orang tua yang menganggur pastinya tidak dapat mencukupi keuangan keluarga mereka, seperti listrik, belanja sehari-hari dan terutama jika memiliki anak. Anak-anak ini perlu disekolahkan, namun karna keterbatasan uang, anak-anak ini terpasa bekerja (contoh : mengamen) untuk membantu orang tua mereka.
Saran : Kepada orang tua mereka, disarankan mengikuti program padat kaya. Dan untuk anak-anak, sekiranya pemerintah mengadakan program sekolah gratis.
Pengangguran menyebabkan kemiskinan
Sebab Mereka tidak bekerja sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka, khusunya kebutuhan primer, yakni: makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal.
Saran : Untuk menutupi kemiskinan, sebaiknya dilakukan perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya.
Pendidikan yang Rendah
Sebab : Banyak anak-anak putus sekola, ini mengakibatkan anak-anak tersebut memeliki tingkat pendidikan yang rendah atau mereka bahkan sama sekali tidak bersekolah. Ini dapat berakibat ke masa depan mereka.
Saran: Pemerintah dapat mengadakan program sekolah gratis, untuk orang yang sudah mampu bekerja dapat diadakan program padat kaya
Sumber :

Analisis :

          Saya sangat setuju dengan saran yang diberikan oleh penulis, karena pengangguran adalah salah satu masalah yang sulit diatasi di negara indonesia dan semakin meningkat jumlahnya.

          Selain lapangan pekerjaan yang terbatas , jumlah penduduk Indonesia yang cukup banyak menjadi kendala dalam mengatasi masalah pengangguran. Seharusnya kita sebagai masyarakat juga berusaha , pemerintah juga tidak ada salahnya untuk memikirkan jalan keluar bagaimana cara yang terbaik untuk dapat meminimalkan tinggkat penggangguran yang ada di Indonesia setiap tahunnya.

2. KEMISKINAN DI INDONESIA

Pada postingan saya kali ini,saya akan membahas tentang kemiskinan yang dihadapi oleh indonesia,hal yang saya bahas kali ini tentang penyebab dan dampak dari kemiskinan yang ada di Indonesia.

Hal pertama yang akan saya bahas yaitu mengenai kemiskinan.tetapi sebelum membahas kemiskinan diindonesia,kita harus tahu dulu arti dari kemiskinan itu sendiri,berdasarkan sumber yang saya ambil dari wikipedia,kemiskinan adalah "keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
 
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.nah itu adalah definisi singkat dari kemiskinan,lalu bagaimana kemiskinan di negara kita Indonesia,berdasarkan data dari www.bps.go.id angka kemiskinan di Indonesia mencapai angka  32,53 juta penduduk atau sekitar 14,15 % dari seluruh jumlah penduduk indonesia,kedengarannya cukup ironis memang,di tanah indonesia yang subur dan terdapat berbagai kekayaan alam,mengapa rakyat miskin begitu banyak,menurut pendapat saya ada bebrapa hal yang menyebabkan kemiskinan yang melanda di indonesia antara lain:


1.Kualitas sumber daya manusia itu sendiri
         seorang manusia tidak akan menjadi miskin jika memiliki kualitas yang baik,memiliki skill,pendidikan yang bagus dan hal lain yang akan membuatnya menjadi seseorang yang dibutuhkan dan mempunyai kemampuan,dan di Indonesia permasalahan pendidikan belum teratasi sepenuhnya,walaupun anggaran untuk pendidikan sudah dinaikan tapi tetap saja masalah pendidikan masih belum bisa diatasi secara keseluruhan,hal inilah yang menyebabkan masih banyak penduduk indonesia yang tidak memiliki kualitas pendidikan bagus,maka dari itu bagaimana mau memiliki kualitas sumber manusia yang bagus jika manusianya tidak memiliki pendidikan yang bagus.lalu bagaimana pula mau mengolah kekayaan alam yang begitu melimpah ini jika SDM nya sendiri tidak mampu mengolahnya secara maksimal.

2.Sistem pemerintahan di Indonesia yang masih belum maksimal
         Salah satu penyebab lainnya dari kemiskinan adalah dari sitem pemerintahannya,karena jika suatu sistem pemerintahan bekerja dengan maksimal,maka pemerataan kesejahteraan rakyatnyapun akan tinggi,baik itu dari pendapatan rata-ratanya,kualitas pendidikannya dan hal lain yang merupakan faktor penentu kesejahteraan itu sendiri,lalu bagaimana dengan di Indonesia,mungkin kita semua sudah tahu bagaimana sistem pemerintahan yang ada di Indonesia,memang semua kebijakannya terdengar bagus dan dirasa dapat menanggulangi masalah kemiskinan ini,tapi dalam kenyataannya apakah seluruh kebijakan itu dapat diwujudkan,kalu menurut saya belum,mengapa?..,yya karena angka kemiskinan itu masih tinggi,lalu kenapa angka kemiskinan masih tinggi,padahal pemerintah telah membuat berbagai kebijakan untuk menanggulangi kemiskinan..?,,berati hal ini disebabkan karena sistem pemerintahannya belum maksimal..,nah akan munsul lagi pertanyaan mengapa pemerintahannya belum maksimal??,karena banyak dari oknum-oknum pemerintahan itu sendiri yang tidak memberi kinerja secara baik,bahkan melakukan tindakan kriminal seperti korupsi,yang membuat anggaran untuk menanggulangi kemiskinan tidak terealisasi secara maksimal,belum lagi kinerja DPR kita yang akhir-akhir ini melakukan hal-hal kontroversial yang dirasa tidak perlu oleh masyarakat,padahal DPR adalah lembaga legislatif yang sangat berpengaruh terhadap pemerintahan di Indonesia.

3.Pengangguran
   Salah satu hal yang juga menyebabkan kemiskinan adalah pengangguran,tentu saja seseorang bisa menjadi miskin jika dia tidak mampu menghasilkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,dan tingkat pengangguran di Indonesia bisa dibilang cukup tinggi,berikut kutipan dari http://koranindonesia.com..:"

Angka Pengangguran 2009 Naik Jadi 9%
2008 Aug 28, 03:16: pm


JAKARTA (MI): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memproyeksikan angka pengangguran pada 2009 naik menjadi 9% dari angka pengangguran 2008 sebesar 8,5%. Kenaikan angka pengangguran ini disebabkan semakin merosotnya sumbangan sektor tradable dari 34,9% pada kuartal II 2007 kemudian turun menjadi 26,6% pada kuartal II 2008.

Angka pengangguran 2009 malah naik karena penyerapan tenaga kerja dari sektor industri tumbuh negatif, kata Peniliti Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI Latif Adam saat melakukan jumpa pers bertajuk Pertumbuhan Ekonomi Naik, Industri Stagnan di gedung LIPI, Jakarta, Kamis (28/8).
Menurutnya, penurunan peran sektor tradable dalam pertumbuhan ekonomi memperlihatkan terjadinya proses pelemahan performa sektor tradable. Pertumbuhan sektor pertambangan dan galian serta industri pengolahan mengalami penurunan, bahkan untuk sektor pertambangan dan galian mengalami pertumbuhan yang negatif.
Demikian halnya sektor pertanian, meski tumbuh relatif baik, tetapi lebih banyak didorong oleh pertumbuhan subsektor tanaman bahan makanan dan peternakan, yang notabene lebih mampu menyediakan kesempatan kerja, justru mengalami pertumbuhan yang negatif, masing-masing minus 5% dan minus 3%.
Begitu juga target angka kemiskinan 12-14% pada 2009. Kalau turun 1% saja angka kemiskinan 15,4% pada 2008, berapa juta orang yang harus dikeluarkan dari kemiskinan. Sementara, penyerapan tenaga kerja besar-besaran tidak ada, ujar dia. Karena LIPI menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2008 sebesar 6,4% tidak berkualitas meski angka pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2007 yang hanya tumbuh sebesar 6,3%. Pasalnya, sebagaimana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2008 masih tetap terfokus pada sektor non tradable."dari berita tersebut dapat disimpulkan kalu pengangguran di Indonesia cukup tinggi,bahkan mengalami peningkatan.

Sebenarnya masih banyak penyebab kemiskinan di Indonesia,tapi untuk kali ini saya tulis hanya segini dulu.

Selanjutnya saya akan menjelaskan sedikit tentang dampak dari kemiskinan,dampak kemiskinan antara lain :

1.Kriminalitas
   salahsatu faktor terjadinya kriminalitas adalah kemiskinan,mengapa..??,karena saat seseorang tidak mempunyai penghasilan sementara dia harus memenuhi kebutuhan hidupnya,maka ia akan melakukan berbagai hal termasuk tindakan kriminal,seperti pencurian,perampokan bahkan hingga pembunuhan.
 

2.Tingkat pendidikan rendah
   dampak lain dari kemiskinan yaitu tingkat pendidikan yang rendah,hal ini dikarenakan pendidikan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,dan pasti akan menyulitkan rakyat miskin,walaupun pemerintah sudah memberikan berbagai bantuan bahkan hingga pendidikan gratis dari sd hingga sltp hingga saat ini,tapi tetap saja belum memaksimalkan pendidikan untuk kalangan miskin,dan hal ini akan terus berdampak pada meningkatnya kemiskinan jika tingkat pendidikan tetap rendah.

3.Tingkat kesehatan rendah dan meningkatnya angka kematian
    Kemiskinan juga menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan sehingga membuat tingginya angka kematian,hal ini dikarenakan biaya untuk kesehatan,sebagaimana slogan "sehat itu mahal" memang benar slogan tersebut, sehingga masyarakat miskin akan merasakan betapa beratnya biaya rumah sakit,sehingga mereka tidak bisa berobat kerumah sakit dikarenakan faktor biaya.,selain itu kemiskinan juga menyebabkan buruknya kesehatan pada bayi dan balita yang membutuhka banyak asupan gizi,sedangkan orang tua mereka tidak mempunyai materi yang cukup untuk memenuhi hal tersebut,sehingga banyak terdapat bayi yang lahir cacat karena kurangnya asupan giza saat dalam kandungan..,serta banyak balita hingga anak usia pertumbuhan terkena busung lapar,dikarenaka tidak memadainya asupan makanan mereka,tentu saja kita sudah tahu tentang hal ini dari berita-berita di media massa.

itu hanya sebagian saja dari banyaknya dampak yang disebabkan kemiskinan,,mudah-mudahan pembaca dapat tergugah agar lebih rajin sekolah,kuliah ataupun yang sudah kerja untuk mendapatkan kesejahteraan dalam menjalani hidup ini.

sekian dulu postingan yang singkat tentang kemiskinan ini,terimakasih atas perhatiannya.

Sumber :

Analisis :

        Menurut saya kemiskinan itu masalah yang mungkin sangat berat diatasi di negara ini selain pengangguran, keduanya juga memiliki pengaruh satu sama lain. Tingkat pendidikan seseorang juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh untuk kedua masalah tersebut. Sayangnya tingkat pendidikan di Indonesia sendiri masih tergolong rendah.

        Pemerintah juga seharusnya lebih memperhatikan daerah daerah di Indonesia yang memiliki tingkat kemiskinan cukup tinggi dan memprihatinkan. Karena tidak menutup kemungkinan  dalam mengatasi tingkat kemiskinan juga dapat mengurangi tingkat kriminalitas yang ada.  

1. Masalah Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu aspek penting yang dibahas dalam teori ekonomi makro. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika pendapatan per kapita atau pendapatan nasionalnya lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Selain terkait dengan pendapatan per kapita atau pendapatan nasionalnya, pertumbuhan ekonomi juga terkait dengan jumlah penduduk dan tingkat pengangguran.
Pertumbuhan ekonomi menyebabkan meningkatnya jumlah barang dan jasa yang diproduksi. Hampir setiap perekonomian memiliki masalah pertumbuhan perekonomian. Masalah yang terjadi pada pertumbuhan ekonomi adalah rendahnya angka pertumbuhan ekonomi tersebut. Sebagai contoh adalah saat terjadi 
krisis moneter di tahun 1997. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi negatif karena naiknya mata uang dolar yang begitu drastis.
Pertumbuhan ekonomi sangatlah penting dalam suatu prekonomian. Bahkan pertumbuhan ekonomi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu perekonomian. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, lapangan kerja dapat lebih banyak menyerap pengangguran sehinggabisa menaikkan jumlah produksi nasional. Namun, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangatlah tidak mudah.
Salah satu cara untuk mrngatasi rendahnya pertumbuhan ekonomi adalah dengan meningkatkan jumlah faktor produksi baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Sumber :

Analisis :
Saya setuju dengan artikel diatas bahwa pertumbuhan ekonomi sangatlah penting.  Karena pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan jumlah output (barang dan jasa) dalam perekonomian suatu Negara dalam jangka satu tahun. Dengan kata lain adanya peningkatan jumlah produk barang dan jasa baru perekonomian suatu Negara dikatakan tumbuh.
            Seharusnya pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitu sumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi;tetapi juga faktor permintaan luar negeri. Tanpa kenaikkan potensi produksi tidak dapat direalisasikan.